Banyuwangi, PESAN-Trend.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi, Febri Prima Sanjaya, mendorong agar rencana pelepasan saham milik PT Dumas Tanjung Perak Shipyard di PT Trabasti segera direalisasikan. Langkah ini dinilai penting untuk membuka jalan bagi kebangkitan kembali bisnis galangan kapal di Banyuwangi.
Menurut Febri, apabila PT Dumas benar-benar melepas seluruh sahamnya, maka Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan menjadi pemegang saham tunggal di PT Trabasti. Kondisi itu akan memudahkan Pemkab dalam melakukan kajian hukum dan langkah strategis guna mengaktifkan kembali badan usaha milik daerah tersebut.
“Dewan mendorong agar bisnis galangan kapal di Banyuwangi dihidupkan kembali, terutama dengan mengaktifkan kembali aset daerah, yakni PT Trabasti,” ujar Febri Prima Sanjaya, Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi.
Baca Juga :Saat ini, komposisi saham PT Trabasti terdiri dari 51 persen milik Pemkab Banyuwangi dan 49 persen milik PT Dumas Tanjung Perak Shipyard. Rencananya, pihak PT Dumas akan melepaskan seluruh sahamnya kepada Pemkab, sehingga pengelolaan perusahaan bisa dilakukan secara penuh oleh daerah.
Febri menilai, langkah tersebut merupakan jalan tengah terbaik untuk menyelesaikan kebuntuan kerja sama yang selama ini membuat aktivitas PT Trabasti tidak maksimal. Dengan sepenuhnya berada di bawah kendali Pemkab, PT Trabasti diharapkan dapat kembali aktif dan mampu menarik investasi baru di sektor maritim.
“PT Trabasti kita minta segera menyelesaikan persoalannya melalui jalan tengah dengan menyerahkan seluruh kewenangan, bahkan penyertaan modalnya ke Pemkab Banyuwangi,” tegas Febri.
Lebih lanjut, DPRD juga mendorong agar Pemkab mempertimbangkan opsi menggandeng investor baru untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkuat permodalan perusahaan. Keberadaan galangan kapal di Banyuwangi dinilai strategis, mengingat banyak kapal yang beroperasi di Selat Bali masih harus melakukan perbaikan dan doking ke Surabaya.
Dengan beroperasinya kembali PT Trabasti, Banyuwangi memiliki peluang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor industri maritim. Apalagi, langkah ini dinilai krusial di tengah kebijakan pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau PT Trabasti bisa aktif lagi, maka potensi pendapatan daerah dari bisnis galangan kapal akan sangat besar. Ini momentum untuk menggerakkan ekonomi maritim lokal,” tutup Febri.(Ver)