Banyuwangi, PESAN-Trend.CO.ID - Bagi Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, perkembangan budaya daerah bukan hanya soal pelestarian tradisi, tetapi juga bagaimana kesenian mampu menjadi kekuatan baru dalam mempromosikan Banyuwangi ke tingkat global. Salah satu contoh nyata menurutnya adalah Festival Gandrung Sewu.
Jika sebelumnya publik mengenal Desa Kemiren melalui tradisi minum kopi massal dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu, kini perhatian dunia juga tertuju pada kemegahan tari gandrung yang dipentaskan dalam skala ribuan penari. Tahun ini, sebanyak 2.500 seniman terlibat dalam ajang budaya tersebut, termasuk 1.400 penari yang datang dari berbagai daerah hingga peserta asal Amerika.
Menurut Cahyana Negara, kehadiran Gandrung Sewu menjadi bukti bahwa seni Suku Osing tidak hanya bertahan di akar tradisionalnya, tetapi berkembang menjadi simbol daerah yang mendunia. “Gandrung sudah menjadi identitas Banyuwangi. Ini bukan hanya hiburan, tapi bentuk nyata pelestarian budaya yang bertransformasi menjadi kekuatan pariwisata,” ucapnya.
Baca Juga :Lebih dari itu, ia menilai kontribusi festival budaya tersebut telah memberi dampak ekonomi yang terasa langsung bagi warga. Mulai dari pelaku UMKM, penyedia kuliner lokal, hingga pemilik homestay di kawasan wisata, semuanya mendapatkan keuntungan dari lonjakan kunjungan wisata saat helatan berlangsung.
“Kita bisa lihat perputaran ekonominya. Para pelaku usaha kecil sampai penyedia penginapan semuanya merasakan manfaat festival ini. Ini bukti bahwa budaya dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” jelas politisi PDIP asal Ketapang, Kecamatan Kalipuro itu.
Sebagai representasi masyarakat di DPRD Banyuwangi, Cahyana Negara menegaskan dukungannya atas keberlanjutan dua festival besar tersebut. Baginya, Gandrung Sewu dan Ngopi Sepuluh Ewu bukan sekadar agenda tahunan, melainkan aset budaya yang mengukuhkan citra Banyuwangi sebagai daerah dengan kekayaan tradisi.
“Kalau orang bicara gandrung, pasti ingat Banyuwangi. Bicara tentang kopi sebagai tradisi, mereka juga datang ke Banyuwangi. Ini sudah menjadi ciri khas yang kuat,” ujarnya.
Dalam 13 tahun penyelenggaraannya, Festival Gandrung Sewu telah menjadi panggung ekspresi budaya lintas wilayah dan generasi. Cahyana Negara berharap festival ini terus tumbuh sebagai ruang kreatif yang menyatukan seniman, memperluas jangkauan budaya Osing, dan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.