Bupati Madiun Tegaskan Hardiknas Pemicu Kualitas Pendidikan

Hardiknas 2026, Bupati Madiun Targetkan Pendidikan Dasar 13 Tahun

$rows[judul]
Keterangan Gambar : Bupati Madiun selesai upacara Hardiknas 2026 bercengkerama dengan para siswa



CARUBAN  Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Senin (4/5/2026).


Baca Juga :

Upacara berlangsung khidmat diikuti ratusan peserta dari unsur pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP. Suasana semakin semarak dengan penampilan siswa berupa atraksi pencak silat dan marching band yang menjadi wujud penguatan karakter sekaligus pengembangan bakat peserta didik.


Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan momentum Hardiknas harus menjadi pemicu kemajuan kualitas pendidikan di Kabupaten Madiun. Ia berharap pendidikan yang maju dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.


“Kita ingin pendidikan di Kabupaten Madiun maju dan luar biasa. Ini penting untuk meningkatkan IPM. Pendidikan itu bukan hanya untuk guru atau pemerintah, tapi untuk semua,” ujar Hari Wur, sapaan akrabnya.


Lebih jauh, Bupati menargetkan terwujudnya program pendidikan dasar 13 tahun di Kabupaten Madiun. Menurutnya, capaian tersebut hanya bisa diraih lewat kolaborasi semua pihak. “Tanpa kolaborasi, itu tidak bisa terwujud. Kita ingin pendidikan dasar 13 tahun ini benar-benar bisa dicapai,” tegasnya.


Sebagai langkah nyata, Pemkab Madiun terus mendorong akses pendidikan gratis, termasuk melalui jalur nonformal. “Ada masyarakat yang pendidikannya baru sampai sembilan tahun. Mereka tetap bisa bekerja sambil melanjutkan pendidikan melalui jalur luar sekolah, dan itu sedang kita jalankan,” jelas Hari Wur.


Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi capaian pendidikan Kabupaten Madiun yang kini berada di peringkat enam se-Jawa Timur. “Meski belum masuk tiga besar, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan ke depan,” tambahnya.


Bupati pun mengingatkan kembali filosofi Ki Hajar Dewantara kepada pendidik dan pelajar: _Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani_. Filosofi itu menekankan peran guru sebagai teladan, penggerak, dan pendorong kemajuan siswa.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menyebut peningkatan mutu pendidikan harus dimulai sejak dini dengan memberi ruang bagi peserta didik mengembangkan bakat dan minat. “Pendidikan yang bermutu harus mampu memfasilitasi bakat dan minat anak. Selain itu, budaya bersih, aman, dan nyaman di lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting,” ujarnya.


Agus menegaskan tema Hardiknas tahun ini, “pendidikan untuk semua”, sejalan dengan upaya kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. “Anak-anak harus diberi ruang untuk mengekspresikan diri sesuai bakatnya sejak dini. Ini penting agar mereka bisa menentukan jalan hidupnya di masa depan,” katanya.


Terkait dukungan anggaran, Agus memastikan optimalisasi dana pendidikan difokuskan pada peningkatan layanan. “Kami optimalkan anggaran untuk layanan pendidikan, bukan hanya aspek administratif, tetapi bagaimana anak-anak bisa berkembang sesuai potensinya,” jelasnya.


Ia menambahkan, peringatan Hardiknas tahun ini sengaja difokuskan pada jenjang PAUD, SD, dan SMP sesuai kewenangan pemerintah kabupaten. “Pondasi utama pendidikan ada di jenjang ini, sehingga kami fokuskan untuk membangun karakter sejak usia dini,” pungkasnya.