Menuju 2029, Perikanan Banyuwangi Perlu Seimbangkan Produksi dan Kesejahteraan

Menuju 2029, Perikanan Banyuwangi Perlu Seimbangkan Produksi dan Kesejahteraan

$rows[judul]

BANYUWANGI, Pesantrend.co.id - Arah pembangunan sektor perikanan Kabupaten Banyuwangi menuju 2029 perlu semakin berorientasi pada hasil yang dirasakan masyarakat. Peningkatan produksi tetap menjadi sasaran penting, namun harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai tambah, daya saing usaha, kualitas pelayanan, serta kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan sektor perikanan untuk beberapa tahun mendatang. Tidak hanya mengejar peningkatan hasil tangkapan dan budidaya, pemerintah daerah juga perlu memastikan potensi perikanan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam dokumen Rencana Kinerja Tahunan 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi mencantumkan target produksi perikanan tangkap dan budidaya sebesar 93.905 ton. Angka tersebut merupakan target perencanaan yang menjadi salah satu indikator kinerja pembangunan sektor perikanan.

Baca Juga :

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pencapaian target pembangunan harus disertai perencanaan yang jelas, pelaksanaan program yang tepat, serta evaluasi secara berkelanjutan.

“Target pembangunan perlu diterjemahkan menjadi program yang terukur, didukung data yang memadai, dan dievaluasi berdasarkan manfaatnya bagi masyarakat. Dengan demikian, pencapaian kinerja dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Memasuki periode 2027-2029, pengembangan sektor perikanan diharapkan semakin memperhatikan kebutuhan masyarakat di lapangan. Penguatan kapasitas nelayan kecil, efisiensi usaha budidaya, peningkatan mutu hasil perikanan, perluasan akses pemasaran, serta pendampingan UMKM menjadi sejumlah aspek yang perlu terus dikembangkan.

Selain peningkatan produksi, nilai tambah hasil perikanan juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Produk perikanan yang memiliki kualitas baik dan daya saing pasar diharapkan mampu memberikan peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku sektor perikanan.

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan program juga perlu dilihat dari dampak yang dihasilkan. Jumlah bantuan maupun pelatihan yang disalurkan merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan, sedangkan peningkatan keterampilan, perkembangan usaha, dan perbaikan pendapatan masyarakat menjadi hasil yang perlu diukur secara berkelanjutan.

Transparansi terhadap target dan realisasi pembangunan juga diperlukan agar perkembangan sektor perikanan dapat diketahui secara terbuka. Dengan dukungan data yang jelas, masyarakat dan pelaku usaha dapat ikut memberikan masukan sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kebijakan pemerintah daerah.

Dengan demikian, masa depan perikanan Banyuwangi tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi sumber daya alam maupun peningkatan angka produksi. Ketepatan perencanaan, kualitas pelaksanaan program, penguatan daya saing, dan konsistensi evaluasi menjadi faktor penting agar pembangunan sektor perikanan benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.