PKB Banyuwangi Kupas Pemikiran Sosialisme Islam, Zaki Al Mubarok Dorong Kader Hadirkan Gerakan Nyata di Tengah Masyarakat
BANYUWANGI, PESANTrend.co.id – Penguatan pemahaman ideologi dan kepedulian sosial menjadi perhatian DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya diwujudkan melalui diskusi bedah buku Sosialisme Islam: Pemikiran H.O.S. Cokroaminoto dan Ali Shari'ati yang digelar di Betutu Tepi Sawah, Mangir, Kecamatan Rogojampi, Rabu (4/11/2026).
Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang membahas pemikiran dua tokoh besar Islam, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan mengenai bagaimana nilai-nilai sosialisme Islam dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat Indonesia.
Ketua DPC PKB Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, mengatakan bahwa pemikiran sosialisme Islam memiliki relevansi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi kepedulian, keadilan, dan semangat saling membantu.
Baca Juga :Menurut Zaki, pemahaman terhadap gagasan H.O.S. Cokroaminoto dan Ali Shari'ati diharapkan mampu memperluas wawasan sekaligus membentuk kesadaran sosial kaum muda dan kader PKB. Dengan demikian, nilai-nilai yang dipelajari tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber yang memberikan sudut pandang berbeda. Yakni Imam Malik Riduan, Ph.D., akademisi dan penulis buku dari Western Sydney University yang hadir secara daring melalui Zoom, Dr. Lukman Wijaya Baratha, S.Sos., M.A., pengkaji pemikiran Ali Shari'ati dari FISIP Universitas Jember, serta Ira Rachmawati, jurnalis Kompas.com.
Sementara itu, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., Ketua Bidang Kesehatan dan Penguatan Inklusi Disabilitas DPP PKB sekaligus Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, hadir sebagai keynote speaker.
Kehadiran para pemateri tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat pemikiran sosialisme Islam dari perspektif akademis, sosial, hingga praktik kehidupan bermasyarakat. Berbagai gagasan yang disampaikan diharapkan dapat memperkaya cara pandang generasi muda dalam memahami persoalan keadilan dan kesejahteraan sosial.
Antusiasme kegiatan terlihat dari keterlibatan kader PKB dari berbagai kecamatan, mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Banyuwangi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Keberagaman peserta menjadikan diskusi tersebut sebagai ruang pertemuan lintas kalangan untuk bertukar pikiran dan memperluas wawasan.
Melalui kegiatan ini, DPC PKB Banyuwangi berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memiliki pemahaman pemikiran Islam secara lebih luas, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam kerja-kerja sosial. Bentuk implementasinya mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, kepedulian sosial, dukungan terhadap pendidikan, serta keterlibatan dalam berbagai persoalan kemasyarakatan.
Bagi PKB Banyuwangi, membangun kepedulian tidak cukup dilakukan melalui seruan atau gagasan. Diperlukan langkah konkret agar keberadaan kader benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang ingin ditumbuhkan melalui diskusi bedah buku tersebut, yakni menjadikan pemikiran sebagai inspirasi gerakan dan menjadikan kepedulian sebagai kekuatan untuk membangun kesejahteraan bersama.