Saksikan Fajar Di Ijen Raline Shah Temukan Alasan Banyuwangi Disebut Sunrise Of Java

$rows[judul]
Keterangan Gambar : Artis Dan Foto Model, Raline Shah

Banyuwangi — Langit masih gelap ketika Raline Shah memulai pendakian menuju Kawah Ijen pada pukul 03.00 WIB. Di tengah udara dingin pegunungan dan langkah para pendaki yang terus bergerak, ia menapaki jalur menuju salah satu panorama paling terkenal di Banyuwangi.

Beberapa jam kemudian, dari ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut, cahaya pagi perlahan muncul. Sunrise Ijen menyuguhkan pemandangan yang membuat siapa pun sulit diam terlalu lama. Bagi Raline, momen itu menjadi jawaban atas reputasi Banyuwangi sebagai destinasi dengan pesona kelas dunia.

“Luar biasa. Saya sekarang mengerti mengapa banyak orang dari berbagai negara datang ke Banyuwangi, salah satunya untuk melihat Ijen,” ujarnya.

Baca Juga :

Sebelum mencapai Ijen, Raline sudah lebih dulu menyentuh wajah lain Banyuwangi: budaya Osing di Kemiren dan arsitektur khas Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Rangkaian kunjungan itu menampilkan bahwa daya tarik Banyuwangi tidak hanya terletak pada alamnya, tetapi juga pada identitas budayanya yang kuat.

Sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Raline menekankan bahwa promosi Indonesia ke dunia internasional tidak harus selalu melalui forum formal. Menurutnya, cerita tentang alam, budaya, dan pariwisata seperti yang dimiliki Banyuwangi justru menjadi kekuatan besar untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia.

Bagi Raline, Ijen bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah pengalaman yang menyatukan alam, budaya, dan kebanggaan lokal dalam satu perjalanan yang berkesan.