Gus Afif Memuji Inovasi Melon Hidroponik Bumdes Maju Makmur Balerejo

Budidaya Melon Hidroponik BUMDes Balerejo Sukses Pacu Ekonomi Desa dan Wisata Petik

$rows[judul]
Keterangan Gambar : Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kelembagaan, Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I. (Gus Afif), memegang buah melon hidroponik hasil panen di kebun BUMDes Maju Makmur, Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

GMadiun –  Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kelembagaan, Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I. (Gus Afif), meninjau langsung lokasi budidaya melon hidroponik yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Gus Afif menilai inovasi ini sebagai salah satu contoh nyata keberhasilan pemanfaatan Dana Desa untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi wisata di tingkat desa.

“Melon ini sudah banyak memberikan sumbangsih untuk desa, terutama bagaimana masyarakat datang untuk berwisata, ya, utamanya wisata petik melon. Ini kami berharap nanti bisa dikembangkan dan juga bisa menambah pemasukan untuk pemerintah desa,” kata Gus Afif saat memberi penjelasan pada wartawan pesantrend.

Baca Juga :

Direktur BUMDes Maju Makmur, Bobi Rudani, menjelaskan bahwa budidaya melon hidroponik merupakan salah satu dari enam unit usaha BUMDes. Lahan yang digunakan seluas 500 meter persegi, terdiri dari dua plot masing-masing 250 m². Jenis melon Intanon yang mereka tanam bisa dipanen setelah sekitar 65 hari dengan rata-rata bobot 2 kilogram per buah. Setiap pohon hanya dibiarkan berbuah satu kali untuk menjaga kualitas.

“Kebetulan kalau panen yang berhasil, kami mengadakan petik wisata. Selain untuk penjualan, ini juga untuk edukasi masyarakat tentang tanaman hidroponik yang masih jarang dilakukan di sini,” ujar Bobi.

Menurut Bobi, pemasaran hasil panen diarahkan ke supermarket dengan dukungan mitra di Ngawi serta berbagai komunitas. BUMDes mulai menanam pada akhir Januari lalu dan kini telah memasuki panen kedua.

Gus Afif menegaskan pentingnya kreativitas BUMDes dalam menggali potensi masing-masing desa. “BUMDes harus mencari ide-ide baru, harus memiliki kreativitas, harus bisa mencari keunggulan dan karakteristik dari masing-masing desa. Dan saya yakin setiap desa itu unik, setiap desa itu memiliki ciri khas masing-masing. Nah, ciri khas itu harus kemudian kita tonjolkan dan kemudian kita kembangkan sebagai nilai ekonomi untuk kemajuan desa,” tegasnya.

Kunjungan Gus Afif ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kelembagaan BUMDes agar Dana Desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.