Dalam Sarasehan dan Pengarahan Bersama TPP Kabupaten Madiun, Afif Zamroni Tekankan Transformasi Pendampingan dan Penguatan Keunikan Desa
Madiun - pesanternd.co.id Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bidang Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kelembagaan, Dr. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Madiun.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Sarasehan dan Pengarahan Staf Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal RI bersama TPP Kabupaten Madiun. Sabtu (27 Juni 2026
Dalam kesempatan tersebut, Afif Zamroni menyampaikan bahwa Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun secara terbuka menyatakan bahwa tanpa kehadiran TPP, pembangunan di 198 desa di Kabupaten Madiun belum bisa berjalan secara optimal. Mengingat wilayah Kabupaten Madiun yang cukup luas secara geografis, beliau bahkan berharap adanya tambahan SDM pendamping dengan syarat mereka harus tetap bertugas di lapangan.
Baca Juga :“Bapak dan Ibu sekalian, masalah utama yang dihadapi desa-desa kita memang adalah sumber daya manusia,” ujar Afif Zamroni.
Ia menambahkan bahwa tema acara yang sangat khas Nahdlatul Ulama, yaitu menenun, merajut, merawat, diharapkan dapat menjadi semangat refleksi bersama. Acara tersebut juga akan dilanjutkan dengan ruatan desa pada malam harinya.
Afif Zamroni mengajak seluruh TPP untuk melakukan evaluasi terhadap capaian saat ini dan memproyeksikan langkah ke depan, khususnya menghadapi tahun 2026 dan seterusnya. Menurutnya, transformasi pendampingan menjadi sangat penting di tengah perubahan pemerintahan dan prioritas program.
“TPP sebagai tangan panjang Kementerian Desa harus mampu menjembatani sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat. Kita tidak boleh hanya mengawal Dana Desa, tetapi juga harus aktif menerjemahkan program-program unggulan pemerintah pusat,” tegasnya.
Saat ini baru 145 desa di Kabupaten Madiun yang berstatus Desa Mandiri. Afif Zamroni mendorong agar seluruh desa dapat mencapai status Desa Mandiri. Lebih lanjut, Kementerian Desa menyiapkan langkah lanjutan dengan mengembangkan desa-desa mandiri menjadi Desa Industri berbasis budaya, wisata, dan pendidikan.
Ia juga menyoroti potensi besar Kabupaten Madiun yang selama ini lebih dikenal sebagai pusat Kereta Api Indonesia (KAI). Padahal, daerah ini kaya akan budaya, wisata, keanekaragaman hayati, serta potensi pendidikan pondok pesantren yang sangat besar.
“Setiap desa pasti memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing. Tugas kita adalah menggali, memperkuat, dan mengembangkan keunikan tersebut agar setiap desa memiliki identitas yang kuat dan tidak tergantikan,” pungkas Afif Zamroni.
Ia mengajak semua pihak untuk terus merajut dan merawat masa depan desa-desa di Kabupaten Madiun agar semakin mandiri, berkarakter, dan sejahtera.